Si Otong

i am Randy .. and i have the true happiness when you are with me :)

visit captaindonesia.blogspot.com ;)
Meanwhile in South Korea. from 9GAG by 9GAG Reader (9g.re)

Meanwhile in South Korea. from 9GAG by 9GAG Reader (9g.re)

siberuang: Sekarang, sholatnya :D

dbsiberuang:

Sebenarnya jika kita tanya hati kita paling dalam. Apakah kita mengerti dengan semua bacaan Sholat yang kita baca? Memang jika kita ingin mengetahui dan mengerti apa yg kita lafadzkan saat kita Sholat, maka hal itu akan sangat jauh lebih baik, malah mungkin jika kita resapi kita akan…

Di antara pesona wanita shalihah, mereka semangat mencari ilmu agama. Ilmu yang dapat menguatkan aqidah dan keimanan mereka. Sehingga menambah ketakwaan, kekhusyuan, dan keshalihan mereka. Ilmu yang dimaksud di sini adalah mengenal Allah, agamanya, dan nabinya. Karena mereka tahu asas perbaikan dirinya, keluarganya dan ummat ini adalah dengan ilmu agama. Dan sebaliknya sebab terbesar kemunduran dirinya, keluarganya dan ummat ini karena jauh dari agamanya.

Lihatlah bagaimana ‘Aisyah istri Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam semangat dalam menutut ilmu agama sehingga menjadi ulama dan rujukan di kalangan shahabat radhiyallaahu ‘anhum.

Lalu tengoklah sebuah kisah tentang ilmu putrinya Sa’id bin al-Musayyib.
Pada suatu pagi yang ia baru menjadi pengantin dengan salah seorang dari muridnya ayahnya ketika suaminya mengambil pakaiannya hendak keluar rumah, lalu istrinya, yang merupakan putri Sa’id bin Musayyib berkata :

“Suamiku hendak pergi ke mana?”

Suaminya menjawab, “Pergi ke majelis Sa’id bin al-Musayyib, untuk belajar.”

Istrinya berkata, “Duduk di sini saja! Aku akan mengajarkan kepadamu seluruh ilmu Sa’id bin Musayyib.”

Lihatlah wahai muslimah, karena karunia Allahlah putrinya Sa’id mempunyai ilmu yang sangat luas, kemudian karena semangatnya dalam mencari ilmu agama.

Atau lihatlah semangat dakwah Ummu Sulaim yang meminta mahar dengan keislaman calon suaminya.
Ketika Abu Thalhah ingin melamar Ummu Sulaim yang telah ditinggal mati oleh suaminya,

Ummu Sulaim berkata,
“Wahai Abu Thalhah, lamaran orang sepertimu tidak pantas untuk ditolak. Tapi, engkau seorang kafir sedangkan aku seorang muslimah. Aku tidak boleh menikah denganmu.”

Abu Thalhah berkata, “Engkau meminta mahar apa? Emas dan Perak?”
Ummu Sulaim berkata, “Aku tidak ingin emas dan perak. Aku hanya ingin mahar berupa keislamanmu.”

Abu Thalhah berkata, “Siapa orang yang bisa membantuku dalam hal ini?”

Ummu Sulaim berkata, “Rasulullah.” Lalu Abu Thalhah pergi ke tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yang ketika itu sedang duduk-duduk di tengah shahabat beliau. Melihat kedatangan Abu Thalhah,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Abu Thalhah datang kepada kalian dan sinar Islam terlihat di kedua matanya.”

Abu Thalhah pun menceritakan perkataan Ummu Sulaim kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lantas beliau menikahkan Abu Thalhah dengan Ummu Sulaim dengan mahar keislamannya.

Tsabit berkata, “Tidak ada mahar yang lebih mahal dari maharnya Ummu Sulaim. Ia ridha Islam sebagai maharnya.”

Lihatlah pesona wanita shalihah, semangat dalam menuntut ilmu, amal dan dakwah lalu bandingkanlah dengan wanita yang tenggelam pada kemewahan dunia.
Orientasinya hanya dunia bahkan sebagian mereka rela menjual diri dan agamanya hanya untuk sedikit dari harta dunia…!!

Disusun oleh Ustadz Abu Ibrahim Abdullah Bin Mudakir

Wahai lelaki, apa yang kamu dapat sebenarnya??

Wahai lelaki,

apa yang kamu dapat sebenarnya

Apabila kamu ‘memancing’ wanita

Kamu menyentuh hati wanita

Kemudian kamu tinggalkan dia terkontang-kanting sendirian

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Wahai lelaki,

Pasti kamu salahkan wanita

Mengapa mengharap kepadamu

Tapi kamu perlu tahu

Wanita hatinya cukup lembut

Bila kamu sentuh hatinya, dia mudah menghargai

Pasti kamu pertikaikan

Siapa suruh berharap?

Tapi pernahkah kamu tanya pada diri kamu

Siapa yang memberi harapan kepada wanita itu?

Bukankah lelaki yang selalu memberi harapan

Dengan bunga-bunga ayat yang mereka cipta?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Wahai lelaki,

Kami akui wanita sangat mudah perasan

Itulah sifat wanita dan mungkin itu juga kelemahan wanita

Kami redha dengan kelemahan itu

Tapi wahai lelaki

Allah ciptakan kamu dimuka bumi ini

Bukanlah untuk mengambil kesempatan

Atas kelemahan wanita jauh sekali menzalimi kami

Tapi Allah ciptakan kamu supaya kamu

Membimbing wanita yang lemah ini

Maka kamu perlu tahu

Dan jangan sesekali buat kami berharap jika hati kamu tidak ikhlas

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Wahai lelaki,

Apa yang kamu dapat sebenarnya

Apabila sudah berjaya pancing wanita,kemudian kamu lepaskan dia

Mungkin kamu dapat pujian melambung dari kawan-kawan

Mungkin kamu nampak begitu gah di kalangan kawan-kawan

Tapi pernahkah kamu fikir

Kedudukan kamu disisi Allah?

Betapa Allah mengutuk manusia yang menyakiti hati manusia lain

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Wahai lelaki

Jika kamu seorang yang taat,

Jika kamu sangat menjaga solat kamu

Mengapa lakukan ini pada wanita

Bukankah solat itu mencegah manusia dari melakukan kemungkaran

Bukankah menyakiti hati manusia lain itu perbuatan yang zalim?

Wahai lelaki, kecoh sekali kamu hebahkan

Bahwa kamu mau isteri yang solehah

Tapi dalam masa yang sama

Kamu tidak putus-putus memancing wanita

Untuk tunjukkan kehebatan kamu sebagai lelaki

Apakah kamu lupa pada janji Allah dalam kalamNya

“ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)……………” ( An-Nur : 26)

Wanita yang baik untuk lelaki yang baik

Apakah layak kamu peroleh wanita solehah

Andai kamu sendiri menyakiti hati kaum bakal isteri kamu

Adakah kamu rasa diri kamu cukup soleh

Semata-mata kamu menjaga solat padahal solat kamu

Tidak sesekali mencegah kamu menzalimi kaum wanita

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hakikatnya wanita memang mudah perasan. Apa yang manusia lihat, wanita lah yang perasan, tapi pernahkah terfikir, siapa dulu yang buat wanita perasan? Siapa dulu yang mencipta bait-bait ayat untuk buat wanita perasan. Kepada kaum lelaki, mungkin kalian tak rasa apa-apa dengan artikel ini tapi kami kaum wanita tidak akan putus berdoa supaya Allah membuka pintu hati kalian untuk mengerti betapa kamu diseru melindungi kaum wanita jauh sekali menyakiti hati mereka. Jika kamu rasa wanita bodoh dan sangat mudah dipermainkan, tidak mengapa kami terima. Tapi ingatkan diri kamu, Allah s.w.t Pencipta wanita itu sangat adil sifatNya. Dan semoga sifat Allah yang adil itu dapat membuat kamu muhasabah diri kamu. Jika kamu menyakiti hati wanita, tidakah mustahil jika akan tiba masa kamu disakiti.

“ Kaya lelaki kerana akhlak mahmudah,

tampan lelaki kerana kejernihan wajah.

Manis lelaki kerana senyuman indah dengan niat sedekah.

Tinggi lelaki kerana kesederhanaan.

Hebat lelaki kerana kesabaran dan mulia lelaki kerana keimanan yang teguh.”

—Jom Tutup Aurat Dan Jaga Akhlak (fanspage)

(Source: gadisberjilbab, via dbsiberuang)

dbsiberuang:

Suatu hari, kamu tidak akan lagi sholat sendiri. Akan ada aku yang berdiri di belakangmu yang menjadi ma’mum, yang meng-aamiin-kan bacaan Al Fatihah mu, yang akan meng-aamiin-kan doa-doamu :)
via elvinadiah

dbsiberuang:

Suatu hari, kamu tidak akan lagi sholat sendiri. Akan ada aku yang berdiri di belakangmu yang menjadi ma’mum, yang meng-aamiin-kan bacaan Al Fatihah mu, yang akan meng-aamiin-kan doa-doamu :)

via elvinadiah

Manusia selalu memiliki 2 pilihan, yaitu memilih atau dipilih. Jika kita memilih, pilihlah yang terbaik. Dan jika kita dipilih, maka jadilah yang terbaik :)

—panji romadhona (via dbsiberuang)

Dari Abdullah bin Mas’ud ra., dari Nabi saw., beliau bersabda : “Tidak
diperbolehkan hasud (isi hati), kecuali dalam dua hal, yaitu seseorang yang
dikaruniai harta oleh Allah kemudian dibelanjakan dalam kebenaran, dan
seseorang yang dikaruniai ilmu oleh Allah kemudian diamalkan dan
diajarkannya.

—HR Bukhari Muslim)

Dari Abu Sa’id al-Khudri r.a., dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw.
bersabda, ‘Barang siapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka hendaklah
ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka hendaklah dengan
lisannya. Dan jika tidak mampu, maka hendaklah dengan hatinya. Ini merupakan
amalan iman paling lemah.’

—(HR Imam dan Muslim)

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh
kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada
Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara
mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang
fasik.

—(QS. Ali ‘Imraan:110)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia
mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa
(dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan
kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana
Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri
ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami,
maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

—(QS. Al Baqarah:286)

Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata:
“Tuhanku menghinakanku” Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak
memuliakan anak yatim.

—(QS. Al fajr:16-17)

Saya hanya ingin bermanfaat bagi orang lain.

—Randy

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya
Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu
meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya,
kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.” Kemudian
mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala
Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai
itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada
hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa
mereka akan menemui Allah berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang
sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah
beserta orang-orang yang sabar.

—(QS Al Baqarah:249)

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati,
padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orangorang
yang beriman.

—(QS.Ali ‘Imraan:139)